SALAH SATU BUCKET LIST TERPENUHI
wokeh, hari ini saya mau menceritakan tentang pengalaman hidup saya. nah jadi pada tanggal sekian saya lupa. pada hari itu salah satu goals dalam kehidupan saya tercapai. jadi ceritanya saya bersama teman-teman saya membuat show, show music semacam live music atau bisa dibilang ngamen lah krn kami bungut biaya. i really proud of it because dikota saya yaitu tanjungpinang masih terbilang kota yang masih berkembang, dan kami menjadi pelopor yang membuat show ini disuatu pusat hiburan dikota Tanjungpinang yang menyediakan berbagai cafe hitz dan aneka jajanan bagi berbagai kalangan, namun khusus malam minggu sekitar jam set 8 kaum remaja yang memegang rekor.
jadi awalnya project kami ini itu dipelopori oleh salah satu teman saya kita sebut aja more, dia ini beda sekolah sama saya namun kami telah berteman dari kelas 1 sd. jadi seperti biasanya setiap malam minggu dia selalu mengunjungi saya dan tetiba itu dia nanya sama saya, ''meg ko mau ga ngamen sama aku?'' trus saya jawab "boleh-boleh aja, kok tiba-tiba mau ngamen?'' trus dia jawab"iya jadi aku sama kawan aku bilang gini susah e hidup tanpa uang, jadi tetiba kawan aku kasih usul yaudah baek ko ngamen jadi aku jadi terinspirasi, aku adalah beberapa teman yang udh aku ajak cuman mereka masih ga yakin sama project aku." singkat cerita akhirnya saya lagsung yakin dengan kesuksesaan project ini. akhirnya setelah itu kami memikirkan tempat untuk project ini dan pilihan kami yang pertama adalah laman boenda dan yang kedua itu pamedan, tanpa pikir panjang kami akhirnya kami pergi ke lokasi, tempat pertama yang kami kunjungi adalah laman boenda yang lokasinya dekat sama kami, krn laman boenda ini milik negara jadi agak sulit proses penyewaannya jadi kami putuskan untuk melihat pamedan dahulu, akhirnya kami sampai. namun kalo dipamedan kurangnya itu susah mencari sumber listrik. disaat perjalanan pulang tercetus salah satu tempat dipikiran saya yaitu rimba. saya memberitahu more dan dia langsung berkata "oh iya, meg". kami dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia langsung cus kerimba namun pemilik rimba sedang tidak ditempat jadi kami pergi keeseokan harinya. keesokan harinya kami langsung pergi kekantor rimba. jadi ada seorang pegawai mungkin sekertarisnya bilang kalo sibosnya lagi pergi dan biasanya dia magrib selalu ada di salah satu tempat makan didaerah rimba juga. jadi kami pergi pas magrib dan benar ada seorang wanita yang ciri-cirinya sama seperti yang disebutkan oleh pegawai tadi disalah satu tempat makan. saya dan more sangat gugup krn kalo kita liat sibos ini auranya sangat kuat dan akhirnya demi project ini kami memberanikan diri kami kasih tau lah kalau kami mau sewa tempat disini, nah dia agak buat kami down juga dengan bahasa inggrisnya dia, dia bilang begini "u mau buat show, show music" dengan intonasi yang dewa lah pokonya. nah setelah perundingan tadi dia kasih tau kalau belum pernah ada orang yang buat show seperti itu so we ask her phone number and she give that, menginga tkami juga ga passti tampil hari apa.
for place is done and saya berserta more senyum sepanjang hari karena terlampau senang. besoknya si more kasih tau kalau teman-temannya sudah dikonfirmasi mau dan setuju. cuman disini kami kekurangan alat, dari mic, ampli trus kabel panjang dan banyak lah pokonya. jadi dengan tekat yang membara saya dan more meminjam mic, ampli dll di berbagai orang yang kami kenal. cuman khusus standmic itu kami kesulitan dapatnya sampai akhirnya kami cari info tempat penyewaan alat musik, salah satu teman saya memberi tahu "kamu ke along aja". saat sore hari kami langsung ke along dan dengan berbaik hati kami dipinjamkan secara gratis oleh sang pemilik.
persiapan kami hanya seminggu dan kami bukanlah orang yang sering show jadi agak sedikit gugup dan salah satu member ingin menunda hari shownya. krn kami yakin sama kemampuannya dia so kami mencoba meyakini dia dan dia terpaksa ikut keinginan member terbanyak yang mengingankan show dilaksanakann dihari yang telah ditentukan. hari-hari terkakhir kami udh mengiklankanya di sosial media masing'' member namun saat saya cerita kesquad saya disekolah mereka kek speechless dan g percaya. nah pada hari h paginya sampai sore kami gladi resik diwaktu ini kami mengungkapkan ketakutan dan kegelisahan kami kalau acara yang kami buat itu seandainya garing. Dimalamnya saya sama teman saya juga sangat takut, namun hal yang tak terbayang terjadi. link perteman kami pada saling promosi dan banyak sekali teman'' dan orang luar yang menonton, i'm so happy, proud and and shit i'm so damnnn happyyy. ditambah lagi saat kami mau membayar sibos rimba gratisi. whattttttttt the ackkkkk. and hasil ngamen kami totalnya 222.000 berhubung band kami belum punya nama so kami namakan 222. the end of my life story
jadi awalnya project kami ini itu dipelopori oleh salah satu teman saya kita sebut aja more, dia ini beda sekolah sama saya namun kami telah berteman dari kelas 1 sd. jadi seperti biasanya setiap malam minggu dia selalu mengunjungi saya dan tetiba itu dia nanya sama saya, ''meg ko mau ga ngamen sama aku?'' trus saya jawab "boleh-boleh aja, kok tiba-tiba mau ngamen?'' trus dia jawab"iya jadi aku sama kawan aku bilang gini susah e hidup tanpa uang, jadi tetiba kawan aku kasih usul yaudah baek ko ngamen jadi aku jadi terinspirasi, aku adalah beberapa teman yang udh aku ajak cuman mereka masih ga yakin sama project aku." singkat cerita akhirnya saya lagsung yakin dengan kesuksesaan project ini. akhirnya setelah itu kami memikirkan tempat untuk project ini dan pilihan kami yang pertama adalah laman boenda dan yang kedua itu pamedan, tanpa pikir panjang kami akhirnya kami pergi ke lokasi, tempat pertama yang kami kunjungi adalah laman boenda yang lokasinya dekat sama kami, krn laman boenda ini milik negara jadi agak sulit proses penyewaannya jadi kami putuskan untuk melihat pamedan dahulu, akhirnya kami sampai. namun kalo dipamedan kurangnya itu susah mencari sumber listrik. disaat perjalanan pulang tercetus salah satu tempat dipikiran saya yaitu rimba. saya memberitahu more dan dia langsung berkata "oh iya, meg". kami dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia langsung cus kerimba namun pemilik rimba sedang tidak ditempat jadi kami pergi keeseokan harinya. keesokan harinya kami langsung pergi kekantor rimba. jadi ada seorang pegawai mungkin sekertarisnya bilang kalo sibosnya lagi pergi dan biasanya dia magrib selalu ada di salah satu tempat makan didaerah rimba juga. jadi kami pergi pas magrib dan benar ada seorang wanita yang ciri-cirinya sama seperti yang disebutkan oleh pegawai tadi disalah satu tempat makan. saya dan more sangat gugup krn kalo kita liat sibos ini auranya sangat kuat dan akhirnya demi project ini kami memberanikan diri kami kasih tau lah kalau kami mau sewa tempat disini, nah dia agak buat kami down juga dengan bahasa inggrisnya dia, dia bilang begini "u mau buat show, show music" dengan intonasi yang dewa lah pokonya. nah setelah perundingan tadi dia kasih tau kalau belum pernah ada orang yang buat show seperti itu so we ask her phone number and she give that, menginga tkami juga ga passti tampil hari apa.
for place is done and saya berserta more senyum sepanjang hari karena terlampau senang. besoknya si more kasih tau kalau teman-temannya sudah dikonfirmasi mau dan setuju. cuman disini kami kekurangan alat, dari mic, ampli trus kabel panjang dan banyak lah pokonya. jadi dengan tekat yang membara saya dan more meminjam mic, ampli dll di berbagai orang yang kami kenal. cuman khusus standmic itu kami kesulitan dapatnya sampai akhirnya kami cari info tempat penyewaan alat musik, salah satu teman saya memberi tahu "kamu ke along aja". saat sore hari kami langsung ke along dan dengan berbaik hati kami dipinjamkan secara gratis oleh sang pemilik.
persiapan kami hanya seminggu dan kami bukanlah orang yang sering show jadi agak sedikit gugup dan salah satu member ingin menunda hari shownya. krn kami yakin sama kemampuannya dia so kami mencoba meyakini dia dan dia terpaksa ikut keinginan member terbanyak yang mengingankan show dilaksanakann dihari yang telah ditentukan. hari-hari terkakhir kami udh mengiklankanya di sosial media masing'' member namun saat saya cerita kesquad saya disekolah mereka kek speechless dan g percaya. nah pada hari h paginya sampai sore kami gladi resik diwaktu ini kami mengungkapkan ketakutan dan kegelisahan kami kalau acara yang kami buat itu seandainya garing. Dimalamnya saya sama teman saya juga sangat takut, namun hal yang tak terbayang terjadi. link perteman kami pada saling promosi dan banyak sekali teman'' dan orang luar yang menonton, i'm so happy, proud and and shit i'm so damnnn happyyy. ditambah lagi saat kami mau membayar sibos rimba gratisi. whattttttttt the ackkkkk. and hasil ngamen kami totalnya 222.000 berhubung band kami belum punya nama so kami namakan 222. the end of my life story
Komentar
Posting Komentar